Fahri speak inggris
Diposting oleh wafi / Kamis, 15 Oktober 2009 /
Begitu terpesona dengan permainan piano Nadine.
Sambil bertepuk tangan, Fahri yg sedang hot hot nya speaking English berteriak, "Not a play! Not a play!"
Nadine yang mendapat ucapan itu bengong, "Not a play?"
"Yess, Not a play! Bukan main! Bukan main!," ungkap Fahri menerangkan.
Wafi yang menemani Fahri terperangah, "Bukan main itu bukan Not a Play, ri."
Fahri tersinggung dan menjawab, "Your granny waf! (Mbahmu waf!).
Humanly I have check my dictionary kok. (Orang saya sudah periksa di kamus kok)," ungkap Fahri ngeyel..
Lalu Fahri berpaling ke Nadine. "Lady, let's corner (Mojok yuk).
But don't think that are nots (Jangan berpikir yang bukan-bukan).
I just want a meal together."
"Ngaco kamu, ri," Wafi tambah gemes.
"Don't be surplus (Jangan berlebihan), waf.
Be wrong a little is OK toch.?"
Nadine cuman senyum kecil, "I would love to, but ... "
"Sorry if my friend make you not delicious (Maaf kalau teman saya bikin kamu jadi nggak enak)," sambut Fahri ramah.
"Different river, maybe (Lain kali barangkali).
I will not be various kok (Saya nggak akan macam-macam kok)."
"Setelah Nadine pergi, ganti Fahri yang menatap Wafi dengan sebal.
"Disturbing wae sih, waf. Does the language belong to your ancestor (Ngganggu aja sih, Emang itu bahasa punya moyang sampean)?"
Wafi cari kalimat penutup, "Just itchy Djan, because you speak English as delicious as your belly button." (Gatel aja ri, soalnya kamu ngomong Inggris seenak udelmu dewe).
Fahri nyengir dan nyeletuk, "His name is also effort." (Namanya juga usaha)
Sambil bertepuk tangan, Fahri yg sedang hot hot nya speaking English berteriak, "Not a play! Not a play!"
Nadine yang mendapat ucapan itu bengong, "Not a play?"
"Yess, Not a play! Bukan main! Bukan main!," ungkap Fahri menerangkan.
Wafi yang menemani Fahri terperangah, "Bukan main itu bukan Not a Play, ri."
Fahri tersinggung dan menjawab, "Your granny waf! (Mbahmu waf!).
Humanly I have check my dictionary kok. (Orang saya sudah periksa di kamus kok)," ungkap Fahri ngeyel..
Lalu Fahri berpaling ke Nadine. "Lady, let's corner (Mojok yuk).
But don't think that are nots (Jangan berpikir yang bukan-bukan).
I just want a meal together."
"Ngaco kamu, ri," Wafi tambah gemes.
"Don't be surplus (Jangan berlebihan), waf.
Be wrong a little is OK toch.?"
Nadine cuman senyum kecil, "I would love to, but ... "
"Sorry if my friend make you not delicious (Maaf kalau teman saya bikin kamu jadi nggak enak)," sambut Fahri ramah.
"Different river, maybe (Lain kali barangkali).
I will not be various kok (Saya nggak akan macam-macam kok)."
"Setelah Nadine pergi, ganti Fahri yang menatap Wafi dengan sebal.
"Disturbing wae sih, waf. Does the language belong to your ancestor (Ngganggu aja sih, Emang itu bahasa punya moyang sampean)?"
Wafi cari kalimat penutup, "Just itchy Djan, because you speak English as delicious as your belly button." (Gatel aja ri, soalnya kamu ngomong Inggris seenak udelmu dewe).
Fahri nyengir dan nyeletuk, "His name is also effort." (Namanya juga usaha)
0 komentar:
Posting Komentar